Selasa, 09 Oktober 2012

Rumah Pintar


Apa yang dapat di terapkan di rumah pintar ????  bagi yang hobi elektronik dan komputer mungkin dapat berkreasi dengan membuat rumah anda menjadi full sensor atau full automatis . Apa saja yang dapat di terapkan ?? saya akan share yang sudah di aplikasikan antara lain :
- Dari pintu masuk dapat memakai kunci elektronik yang memakai face (wajah identifikasi, sidik jari , voice / suara)  dan selain itu kunci manual buat emergency tentunya harus ada. Bisa buat contoh misalnya merk Solution X601  (bukan maksud promosi), Tapi ini yang sudah berhasil di aplikasikan saya dan ada yang jual di Indoneia. Jaringan ini bisa terkoneksi dengan komputer / PC di rumah (dapat memakai I/O RS 285, USB atau Ethernet)
- CCTV , dapat memakai Panasonic System Network untuk kamera dapat di pakai tipe WV-CP284E, sedangkan Digital Video Recorder dapat memakai  WJ-HL208 G yang memiliki kapasitas harddisk 2 Tera Byte dan dapat online di jaringan (cukup real time jika memakai jaringan milik Telkom yang UnLimited) dan melihat dengan 8 kamera serta dapat direkam sampai 3 minggu kebelakang. DVR ini juga dapat terhubung dengan PC yang mengendalikan sistem Rumah Pintar. Dimana pun kita berada, asalkan terhubung dengan internet, maka kita dapat memantau situasi keadaan rumah yang kita monitor lewat CCTV
- Remote kontrol untuk mengaktivasi alarm yang memonitor jendela, pintu, sensor gerak dan sensor kaca pecah. sensor gerak juga menggerakkan aktivasi lampu penerangan, system pendinginan atau fan sirkulasi.
remote kontrol ini akan memonitor swicth push on/off yang di pakai di jendela atau pintu. jika alam aktive akan memberitahukan lewat email dan sms bahwa ada orang yang tak di inginkan ada di dalam rumah.
(Saya mengaplikasikan alarm mobil dengan power supply yang dipakai untuk menggerakkan UPS)
- Bagaimana dengan power supply ?? Semua peralatan itu semua terhubung dengan memakai listrik dari UPS jika ada gangguan listrik dari PLN atau  kedipan listrik jika  ada perubahan mode dari PLN ke Genset.
Memang perlu adanya pemisahan jalur listrik dari rumah mulai di buat. mana yang akan di pakai untuk lalur lampu atau perlatan listrik yang low watt dengan jalur listrik yang high watt (AC, Setrikaan, Kulkas dll)
Untuk yang low watt dapat di pakai jalur output UPS dengan kapasitas 5000  watt dengan penggunaan accu basah yang di tempatkan di luar rumah. Accu ini dapat di charge dengan charge pintar yang pernah di bahas dalam blog ini. ( http://ekokiswantoblog.blogspot.com/2012/07/membuat-sendiri-charger-accu-mobil-motor.html )




Bagaimana sistem yang dipakai ??

Apakah ada sistem untuk semua serba otomatis, mau ini itu tinggal tekan remote dan wuuush… yang kita inginkan akan muncul di depan mata. Contoh yang sering kita lihat adalah smart house. Yaak! Rumah pintar.  Semua berbau otomatis, sungguh sangat mempermudah kehidupan manusia seperti membuka pintu secara otomatis dan lain-lain. Contoh menarik diatas dapat dibuat dengan protokol rumah otomatis yang telah ada sekarang ini, walaupun tidak terintegrasi satu sama lain, di antaranya adalah X-10, Lonworks, EIB dan CEBus (Consumer Electronis Bus). Sayangnya, kebanyakan dari protokol-protokol diatas tidak dapat kita jumpai di Indonesia, selain teknologi yang tidak memadai, biaya yang dikeluarkan untuk membuatnya juga tidak murah. Eits, tapi jangan kecewa dulu, masih ada alternative lainnya untuk merancang teknologi rumah pintar. Salah satunya adalah dengan menggunakan embedded Ethernet. Contoh dari alatnya yang sudah terealisasi adalah sistem pengendali suhu ruangan, dengan sistem tersebut, kita dapat memonitor suhu ruangan dan mengendalikan perangkat listrik berupa kipas angin jika suhu ruangan merambat naik. Kenapa ethernet?? Ethernet banyak dijumpai di kantor, kampus atau bahkan dirumah. Selain itu dengan kecepatan 10Mbps sistem ini jauh lebih cepat dari pada sistem rumah pintar dengan protokol X-10 yang menggunakan media powerline dan hanya memiliki kecepatan 100Bps. Dan yang paling penting, biayanya lebih terjangkau J mengingat kita menggunakan sistem jaringan komputer yang telah ada.
Embedded Ethernet di sini digunakan sebagai perangkat tambahan agar dapat memonitor suhu ruangan dan mengendalikan pendingin secara jarak jauh (remote). Dengan memanfaatkan protokol TCP/IP, perangkat ini memiliki sebuah alamat IP dan dapat dengan mudah berkomunikasi dengan mikrokontroler, sehingga kita dapat mengakses sistem pengendali suhu ruangan secara jarak jauh selama terhubung dengan sebuah jaringan komputer atau bahkan jaringan Internet sekalipun.
Bingung? Gak bakal bingung deh setelah kita perhatikan contoh  cara kerja dari sistem ini:
Pada intinya perancangan sistem dari pengendali suhu ruangan melalui protokol TCP/IP ini terbagi atas hardware dan software. Hardware nya pun terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian antar muka jaringan dengan computer yaitu embedded Ethernet Siteplayer. Selanjutnya hardware pengendali suhu yang meliputi mikrokontroler, sensor suhu, penggerak kipas dan rangkaian untuk memonitor status kipas. Sedangkan softwarenya antara lain: program utama pengendali suhu, berkas definisi untuk konfigurasi Siteplayer, Perangkat lunak untuk antar muka dengan pengguna, meliputi halaman web (HTML) dan SPI (Siteplayer Interface File).
Rancangan sistem pengendali suhu
Rancangan sistem pengendali suhu
Mikrokontroller membaca suhu ruangan sekitar dengan menggunakan sensor suhu. Kemudian mengirimkan hasilnya ke Siteplayer yang terhubung dengan jaringan komputer, sehingga semua pengguna (user) melalui komputer yang terhubung pada jaringan tersebut dapat melihat suhu ruangan  pada saat itu secara real time melalui halaman web. Selain dapat melihat suhu ruangan, pengguna juga dapat memberikan masukan kepada Siteplayer berupa batas atas suhu (setpoint) untuk mengaktifkan pendingin melalui halaman web tersebut. Siteplayer kemudian mengirimkan setpoint ke mikrokontroler. Dengan metode if..then, mikrokontroler akan mengaktifkan pendingin melalui relay jika suhu ruangan saat itu lebih besar atau sama dengan setpoint yang diberikan dan sebaliknya akan menonaktifkan pendingin jika suhu saat itu lebih kecil dari setpoint.
Bagaimana cara mengujinya? Pengujian dilakukan sebanyak dua kali, yaitu yang pertama dilakukan dengan menggunakan kabel jaringan cross over dan dihubungkan langsung dengan sebuah komputer desktop. Pengujian menunjukkan bahwa halaman web pada memori Siteplayer dapat diakses dengan baik oleh komputer.
Pengujian kedua dilakukan untuk menguji sistem pada suatu jaringan komputer, dengan menggunakan sebuah Hub
Hub SMCFS5
Hub SMCFS5
Kemudian mengakses halaman web pengendali suhu untuk diamati perubahan suhunya selama 30 menit.
Hasil pengujian sistem
Hasil pengujian sistem
Tampilan suhu pada halaman web kurang lebih sama dengan besarnya suhu pada termometer walaupun pada pertengahan waktu terjadi perrbedaan sebesar 1 derajat yang mungkin dikarenakan sensor LM35 yang terlalui sensitif. Sementara itu setpoint diatur pada suhu 29 oC, maka kipas akan langsung menyala, kemudian suhu berangsur-angsur turun sehingga kipas mati pada menit ke 14. Tetapi kembali naik sedikit di menit-menit akhir dan akhirnya turun ke suhu 28 oC, mungkin dikarenakan kipas yang digunakan telalu kecil. Dengan demikian kipas hanya dapat menjaga suhu paling rendah 28 oC. Suhu ruangan dan status pendingin (kipas) dapat dilihat secara real time oleh pengguna melalui web browser, akan tetapi Siteplayer tidak akan memperbaharui (update) data-data yang ditampilkan oleh halaman web sampai halaman tersebut di-refresh.

Bagaimana dengan sistem penunjang ???

Untuk Air dapat di pakai Radar di tower air yang akan mengaktivkan pompa air jika volume air di resevoir (penampungan rumah) sudah kosong dan mematikan pompa jika sudah penuh. atau dapat dihubungkan dengan device alat monitor ketinggian air  yang pernah di tulis di dalam artikel blog ini !!, sehingga dengan demikian kita dapat mengetahui posisi air baku kita tinggal beberapa liter. (http://ekokiswantoblog.blogspot.com/2012/08/membuat-sendiri-indikator-ketinggian-air.html )

 Lampu luar dapat memakai sistem pengendalian LDR (Light Diode Resistor) yang sudah banyak di jual di pasaran (sebaiknya satu lampu dengan satu LDR) dalam bentuk sudah jadi seperti contoh sbb :


Bagaimana dengan biaya listrik ??

Akan ada penambahan biaya listrik bulanan  kurang lebih 100 rb an/bulan untuk mengapplikasikan siitem ini.

Bagaimana dengan sistem untuk menyalakan TV atau mengendalikan lampu kamar ?? Aplikasi pengenalan suara dapat di pakai untuk mengerakkan relay atau switch listrik yang ada.

Untuk lampu kamar


Bagaimana dengan line telepon rumah....???? sebaiknya ada dua line (rekomendasi) tapi jika tidak memungkinkan cukup satu saja. Line telp ini di koneksi dengan dua buah modem satu line  selain pemakaian modem ASDL yang di pakai untuk koneksi internet, modem analog external dapat di pakai untuk faximile,  ID Caller, wireless headset dll. dan pengaturan lainnya yang terhubung dengan PC. (ada bundle paket programnya....saya sudah coba)
Untuk Modem ASDL keluarannya dapat disambungkan Broadband router 3 G untuk LAN di area rumah.

Ok cukup sekian dulu , nanti akan di lanjutkan pada artikel yang akan datang !! semoga bermanfaat jika ada ide lain silahkan di tambahkan.


2 komentar:

  1. Sekoga bapak ir.eko kiswanto mau memberikan ilmu kepada saya.dan saya ingin sekali menimba ilmu kepada beliau

    BalasHapus