Jumat, 08 Juni 2012

Pembersih Injeksi Bahan Bakar Bensin

Peluang Usaha Injector Cleaner buat bengkel umum di pinggir jalan  . . . berapa modal alatnya dan berapa untuk cairan pembersihnya dan berapa lama Rate Of Returnnya ( Break Even Point ) ??? baik akan saya kupas satu per satu

Era sepeda motor injeksi dan mobil injeksi sudah mulai trends,  diantara kendaraan yang saya pakai diantaranya H**** PGM Fi dan Y***** Vix*** untuk R-2 dan T*****  VVT-I  untuk R-4 nya, sebaiknya kendaraan injeksi tidak hanya digaungkan dengan penjualannya saja dengan alasan lebih bertenaga, irit dan ramah lingkungan , itu benar !!!. Tapi juga penting untuk memikirkan layanan after. Karenanya, pabrikan katanya  mengaku sedang putar otak untuk menyempurnakan layanan purna jualnya. (http://motorplus.otomotifnet.com/read/2012/02/24/328381/28/8/Yamaha_Cari_Cara_Agar_Service_Motor_Injeksi_Tidak_Antri_Panjang) karena selama ini yang saya amati jika sedang servis rutin ....he..he...??!!!
Salah satu yang paling vital adalah service injeksi. Seperti kita tahu, masih sedikit bengkel yang memiliki infrastruktur serta teknisi yang siap melayani perawatan  injeksi.
kalau bengkel resmi, pasti lah percaya  (angguk-angguk) dan dengan harga resmi (geleng-geleng)....he..he...

Bagaimana jika pemilik kendaraan adalah sebagian besar dari rakyat Indonesia yang masih bekerja keras dan pikir-pikir buat merawat kendaraannya di jaringan bengkel resmi ??? alternatifnya tentu adalah bengkel alternatif (bukan pengobatan alternatif loh )  yang mempunyai kemampuan menangani sistim injeksi.

Nah untuk yang ingin berminat usaha perawatan injeksi mungkin ini ada jalan (hitung-hitungan ekonomi aja yak ). kalau untuk hitung-hitungan tekniknya nanti aja deh , saya lagi kagak mood. he..he..he...

Bagaimana dan berapa aset yang harus disiapkan untuk membuka usaha pembersihan Injector buat bengkel bengkel umum.

Sebagai gambaran ambil contoh studi harga dari berbagai sumber dan bengkel

Seperti Kita ketahui Y***** menjual 4 Juta satu set Injector Cleaner ke Jaringan jaringan Bengkel resminya . . . Emang murah sih, tapi buat kalangan tersendiri (maksudnya buat merek tersebut). nah buat yang punya bengkel umum atau bengkel komunitas . ..  berapa butuh modal awal untuk alat alatnya?

Dari Internet dan Goooogle ternyata dapat Juga toko online yang menjual satu set alat injector cleaner . . kebetulan merknya 3M . . .( bukannya maksud promosi nih ) , tapi kayaknya sama dengan yang dipake oleh Y***** . Uang  yang dibutuhkan untuk menghadirkan  Universal Injector cleaner kit yang terdiri dari Hanger, gauge, regulator , dan hose adalah Rp. 5,366 juta jika kita tambah Konektor buat Y***** V***on sebesar Rp. 216 ribu dan tentu cleanernya seharga  Rp. 92 ribu rupiah . . . total dibutuhkan Rp. 5,644 Juta rupiah . .

 

 

Jika dari satu botol universal fuel injector cleaner dapat digunakan untuk service  lima buah kendaraan R-2 injeksi, maka hitungan untuk perkendaraan kurang lebih seperti ini : Biaya bahan habis pakai Rp.20.000.- (buat beli injector cleaner), biaya tetap utk pengembalian modal  Rp. 10.000 (alat-alat dll) dan biaya TK dan Utility Rp 10.000.-....so dengan begitu dapat di perkirakan  Harga Pokok Jasa service ya minimal Rp. 40.000 s/d Rp 50.000.- .

Dari sisi pemilik kendaraan (jika service rutin bulanan atau 3000 Km ) : Saya kira masih masuk hitungan biaya service kendaraan yang jika dipakai minimal 100 Km/hari, maka dalam hitungan bulan kurang lebih sejauh 3000 Km dan jika di ambil perkiraan komponen biaya jasa untuk service adalah Rp 15.- per KM/motor. murah  bro. !! ....(biaya komponen jasa ini dapat di gabung dengan biaya BBM, part, dan surat kendaraan , tergantung pada jenis bbm yang di pakai, cara pemakaian, usia kendaraan dll sehingga dapat diperoleh biaya transpotasi per KM nya).....selamat menghitung deh.!!

Dari sisi pemilik jasa bengkel :  Hitungan Laba Rugi jika misalnya sehari (waktu buka bengkel) dapat memberikan masukan untuk pengembalian modal sistim fuel injector cleaner sebesar Rp. 50.000.- maka titik impas pengembalian modal 5.644/ 50 = perkiraan 113 hari atau 4 bulan sudah Break Even Point. Ayo-ayo semangat !!!.

Tapi tentu saja, pemilik bengkel sekalian harus pula memiliki tenaga mekanik yang terampil untuk menangani proses pembersihan injectornya karena 3M sendiri mensyaratkan Mekaniknya musti profesional . . . (bukan mekanik yang baru pegang kunci pas kemarin sore.......he..he..he..).

Saya pikir kedepan hal ini cukup prospektif karena sepertinya semua motor baru akan menggunakan injeksi . . . tinggal bagaimana kita bisa membuat konektornya saja . ..  karena beda motor beda pula konektor injectornya . . . oke lah kalo begitu, semoga Berguna dan selamat berusaha !!! Salam Sukses.

 

 

 

 

 

Kamis, 07 Juni 2012

Kupas Spesifikasi Minyak Rem.

Pada waktu kita membeli atau mau memakai minyak rem , sering kita melihat spesifikasi DOT 3 atau DOT 4...ohhh ho  ho  ..yang sekarang malah ada yang berani promosi niy produk XXX udah DOT 5....apa sih itu singkatan DOT ??? DOT kepanjangan dari Department Of Transportation atau Departemen Perhubungan nya US ( kalau di Indonesia adalah DepHub ). mengapa memakai DOT tersebut, karena DOT yang mengatur semua regulasi dan spesifikasi boleh atau tidaknya suatu bahan dipakai dalam transportasi publik di US sono, karena memiliki spesifikasi regulasi yang baik , maka di adopsilah semua spesifikasi yang baik tersebut untuk di pakai di seluruh dunia  gitu ceritanya sih. Tentunya yang menyangkut safety  salah satunya.
Secara global  Kode DOT 3, 4 dan 5 pada minyak rem punya maksud untuk menerangkan perbedaan titik didih atau boiling point.
Misalnya DOT 3, minimal titik didihnya 225 Derajat Celcius   dan DOT 4 minimal 230 Derajat C.  DOT 5 minimal 260 Derajat C lebih tinggi dari keduanya, dengan bahan bakunya dari silikon yang sulit bercampur dengan air. (lihat tabel 1)

Makanya, minyak rem di atas DOT 3 lebih sering dipakai buat kendaraan kecepatan tinggi dan berkapasitas besar. Namun, warna di tiap kemasan, ternyata tidak berhubungan langsung dengan kualitas.

Tapi, buat kendaraan roda dua standar DOT 3 saja sudah cukup. Selain harga lebih murah, suhu panas saat ngerem masih bisa ditahan. Kecuali kendaraan  yang sering dibawa ngebut dan jalan yang menurun , demi menjamin keamanan, monggo DOT 4 diadopsi.

Batas waktu pemakaian minyak rem, ketiganya masih sama. Sebagai patokan, diganti setiap 20.000 km. Tapi, jangan mentang-mentang lama, kalau belum waktunya sudah terlihat kurang atau warnanya berubah, sebaiknya ditambah atau ganti baru.Cara mendeteksinya mudah saja. Jika minyak rem berkurang, kelihatan dari kaca di master rem.

Spesifikasi pengujian dan hasil  tekniknya seperti yang di syaratkan oleh DOT  sbb :
(maap kagak saya terjemahkan dan tulis ulang...gambar nya juga agak mereng-mereng) he..he..

Penjelasan Spesifikasi Class 3 adalah untuk DOT 3, class 4 = DOT 4; dan class 5 = DOT 5 dst :


Tabel 1
Beberapa definisi teknik dari tabel 1 antara lain : 
Kinematic Viscosity / Viscositas Kinematik : Besarnya tahanan fluida mengalir yang di pengaruhi oleh efek grafitasi bumi. (alat tes dan prosedur ISO 4925 atawa JIS K 2283)
ERBP ( Equilibrium Reflux Boiling Point ) Titik didih rem cairan yang ditentukan oleh prosedur tes khusus. Kedua ERBPs pada waktu kering dan basah  digunakan dalam mengevaluasi cairan rem. (alat tes dan prosedur ISO 4925)
Stabilitas pada temperatur tinggi (High Temperature Stability) adalah kestabilan bentuk dari minyak rem pada temperatur tinggi, antara lain dengan tidak berubahnya viscositas/kekentalan minyak rem.
Stabilitas pada cairan kimia yang terkandung (Chemical Stability)
Titik Nyala (Flash point) merupakan temperatur di mana minyak rem dapat terbakar dan menyala jika terdapat sumber api.
pH (nilai pH dari minyak rem), pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional
Laju Korosi pada logam : berfungsi untuk mengatur seberapa besar minyak rem dapat mengikis piston hidrolik pada master rem atau logam yang bersentuhan langsung dengan minyak rem


 Tabel 2
Pada tabel diatas (2)  dan di bawah (3) yang menjadi perhatian dari DOT adalah karakteristik pembengkakan / melar dari karet yang ada pada master rem atau kopling atau pada karet yang ada di silinder rem


 Tabel 3

 Tabel 4
 Pada tabel 4 adalah uji ketahanan minyak rem pada suhu rendah minus 40 derajat dan dipanaskan sampai 144 derajat dengan selisih pembacaan sekitar 2 derajat dan dilakukan selama 4 jam, 
demikian juga jika didinginkan sampai minus 50 derajat  dan dinaikan menjadi 6 derajat celcius dalam waktu 12 menit. hasil pengujian akan berupa report ( laporan pengujian ).
Jika terdapat lumpur, sendimentasi, kristalisasi dan adanya penumpukan yang tidak merata dari minyak rem, maka minyak rem tersebut tidak lulus uji (tidak memenuhi syarat)


Tabel 5
Pada Tabel 5 di atas terdapat sifat ketahanan terhadap air (Water Resistance), artinya dimari adalah sifat dari minyak rem jika terkena/tercampur air dengan tidak sengaja. apakah minyak rem tersebut menjadi keruh/berawan , atau menjadi endapan/lumpur/ kristal. jika ada seberapa besar atau tidak ada perubahan . hasil laporan akan dilaporkan dalam repot pengujian dari QC nya pabrik minyak rem tentunya !!
Jika terdapat lumpur, sendimentasi, kristalisasi dan adanya penumpukan yang tidak merata dari minyak rem, maka minyak rem tersebut tidak lulus uji (tidak memenuhi syarat).
Kesesuaian (compatibility) adalah menunjukan tingkat kesesuaian minyak rem yang di uji dengan mengunakan tabung sentrifugal setelah di panas dengan temperatur tertentu.
Ketahanan terhadap oksidasi (Resistansi to oxidation) adalah merupakan pengetesan permukaan logam (almunium / besi cor) yang terkena kontak minyak rem tidak menunjukan adanya oksidasi logam (karat)

Tabel 6 

Pada tabel di atas (6) menunjukan tingkat persyaratan penguapan (evaporation) yang di miliki oleh minyak rem tersebut.
Stroking properties adalah pengujian pakai /pengujian jika minyak rem tersebut di aplikasikan pada master dan silinder rem yang sebenarnya (dengan alat simulasi yang mirip tentunya) , misalnya mulai dari 100 injekan/tekanan rem sampai dengan 24000 pengereman / kopling. Hasil dan properties pengujian dapat di lihat dari spesifikasi yang di syaratkan pada tabel (6).



 Tabel 7

Pada tabel ini (7) warna tidak berpengaruh pada spesifikasi DOT, bisa tidak berwarna atau sampai bewarna amber. Fungsi dari tidaknya di kasih warna  adalah jika sewaktu-waktu ada perubahan warna yang mencolok dapat segera di ketahui oleh pemilik atau pemakai kendaraan guna antisipasi adanya perubahan spesifikasi minyak rem.
Nah.....dari spesifikasi dan pengujian dari persyaratan DOT yang terlihat di atas, apakah pabrik  pembuat minyak rem di Indonesia sudah melakukan tes kualitas seperti yang di syaratkan oleh DOT atau belum ???? Who Knows......????? so be carefull dan safety riding yak.




if there is no question please ask, do not be shy.























Selasa, 05 Juni 2012

Mixer (Pengaduk) Pembuatan Pelumas

Kita semua mengetahui yang namanya Pelumas atau Oli atau lubricant yang di pakai di kendaraan baik roda 4, roda 2, mesin industri atau mesin-mesin lain yang menggunakan pelumas. Tapi seperti apa gambaran proses atau alat yang berperan serta dalam proses pembuatannya, tentu tidak semua orang mengetahuinya. pada kali ini saya akan mencoba menggambarkan sekilas mengenai bagaimana sih alat dalam memproses pencampuran pembuatan minyak pelumas. tentunya tidak sesederhana mencampur kopi, gula , susu dan air panas menjadi kopi susu.

Pelumas adalah komposisi yang terdiri dari pelumas dasar (base oil) dan additive. nah untuk mengaduk dan melarutkan antara ke dua bahan tersebut mesti di butuhkan pengaduk. Pengaduk ini memakai Dinamo motor dengan berbagai variasi tenaga kuda (PK) atau KiloWatt yang sesuai dengan kekentalan pelumas,  Jenis Pelumas, tipe  impeller/propeller atau biasa juga orang menyebutnya baling-baling, volume yang di aduk, sifat pelumas yang akan di buat dan lain sebagainya.
Sebagai contoh baling-baling (sebelah kiri) dipergunakan untuk mengaduk pelumas dengan viskositas rendah. misalnya ISO VG 32 sampai dengan ISO VG 150. kecepatan perputaran baling-baling dapat di sesuaikan dengan menggunakan Power Inverter (****vert) kepunyaan Tosh**** (Sensor iklan)  yang dapat mengatur kecepatan perputaran baling-baling melalui simulasi gelombang sinus yang di hasilkan oleh Tosvert . Pengaturan kecepatan RPM ini perlu guna mengantisipasi buih (gelembung), riak pengadukan dan pencampuran, kejernihan atau kekuatan ikatan kimia antara base oil dan additive yang di pakai. serta dll
Baling-baling yang kanan di pergunakan untuk mengaduk pelumas yang mempunyai Viskositas yang tinggi, misalnya ISO VG 150 sampai ISO VG 460. pengaturan bisa memakai tosvert atau yang lebih enak lagi jika ada roda gigi yang mempunyai  rasio perbandingan ( seperti di kendaraan tentunya ) sehingga ada penyesuaian antara RPM dan daya motor listrik.
(Ada banyak  rumus-rumus fisika dan kimia yang tidak mungkin saya jabarkan di sini ). !!! dan tidak sesederhana membuat kopi susu tentunya. !!



Dalam pembuatan pelumas, tidak dibutuhkan tabung reaktor. hanya membutuhkan tangki blending seperti gambar di atas dengan mempunyai beberapa lubang untuk sirkulasi pelumas dan pemasukan additive. Jika dibutuhkan pemanasan bahan dapat dipakai heat exchanger yang dapat di sesuaikan panas atau temperaturnya. karena dalam pembuatan pelumas, tidak di butuhkan panas yang tinggi (nanti gosong dan bau) !! kalau dingin juga (suhu kamar/ruangan) tentunya juga tidak baik untuk membuat pelumas. (apalagi buat kopi pake air dingin ....he..he)




Dan jika sudah lengkap maka instalasi tangki pencampuran komplit dapat seperti diatas.....he..he..rumit tapi sederhana.

 Atau yang model tandem dengan satu tangki penuangan additive, seperti gambar di atas.
  
Model flip flop (baling-baling yang atas dengan yang bawahnya arah perputarannya berlawanan). kalau yang model ini di pakai untuk membuat /mencampur pelumas padat ( grease) atau bahan pelumas cair yang sangat kental (kurang lebih 1300 Cst)


Model diatas contoh gambar tangki blending untuk volume skala kecil misalnya 50 s/d 100 liter dengan pemakaian baling-baling yang portabel ( atau di angkat ).

Ok sekian dulu nanti mengenai proses kimia dan hal lainnya akan di bahas di kemudian hari.










Jumat, 30 Maret 2012

Tips Property Investor

Rahasia Membeli Property
 Mungkin Anda bertanya kenapa harus melalui property ?

    Fluktuatif harga property tidak terlalu besar tidak seperti saham
    Harga property cenderung naik
    Kita bisa mengontrol penuh pemasukan dari property
    Bisa menggunakan faktor pengungkit
    Bisa sebagai modal bisnis anda
    Semua orang kaya dari manapun pasti Investasi di property
    Anda bisa memaksimalkan investasi dengan mendapat keuntungan
    di cash flow dan capital gain


Ada 5 Kecerdasan Dalam Dunia Property. . .
Didalam perjalanan jika Anda ingin sukses di bidang ini minimal ada 5 hal yang harus Anda kuasai, dan ini penting untuk Anda ketahui, yakni :

    Kemampuan mencari properti
    Kemampuan menilai properti
    Kemampuan bernegosiasi dengan pemilik lahan/gedung/rumah
    Kemampuan mencari sumber pembiayaan
    Kemampuan mengelola property

Inilah kunci rahasia  sukses di dunia properti.


Selamat Mencoba....!!