Kamis, 10 Maret 2011

Arti Beep Komputer pada BIOS


Pengalaman pribadi waktu merakit berbagai macam MOBO (Mother Board) komputer dari berbagai merk.

Bunyi BEEP pada BIOS (Basic Input Output System)

Bunyi BEEP pada bios merupakan pesan yang disampaikan oleh bios/PC untuk menunjukkan suatu kesalahan pada hardware PC. Bunyi Beep tergantung dari type bios/PC.

AMI-BIOS
  1. Beep 1x, menandakan RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar.
  2. Beep 6x, menandakan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar
  3. Beep 8x, Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot
  4. Beep 11x, Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard

Award-BIOS
  1. Beep 1x panjang terus menerus, menandakan RAM rusak , atau tidak terpasang dengan benar
  2. Beep 1x panjang, 1x pendek, Ada masalah dengan RAM atau Motherboard
  3. Beep 1x panjang, 2x pendek, Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar
  4. Beep 1x panjang, 3x pendek, keyboard rusak atau tidak terpasang dengan benar
  5. Beep 1x panjang, 9x pendek, ada masalah dengan BIOS atau BIOS rusak
  6. Beep pendek tak terputus, ada masalah dengan penerimaan tegangan (power)

Phoenix-BIOS
  1. Beep 1x-1x-4x, menandakan BIOS mengalami kerusakan
  2. Beep 1x-2x-1x, Motherboard rusak
  3. Beep 1x-3x-1x, RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar
  4. Beep 3x-1x-1x, Motherboard Rusak
  5. Beep 3x-3x-4x, Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar.

Apabila bagian bermasalah adalah RAM (memori) maka cabutlah memori RAM tersebut dan pasang lagi (apabila cara meletakan RAM sebelumnya kurang baik atau tidak pas atau bergeser karena komputer dipindah-pindah). Perlakuan yang sama juga dapat dilakukan pada graphic card(kartu VGA). Apabila setelahmemperbaiki letak periferal (RAM dan kartu VGA) tetapi bunyi beep masih berbunyi juga, kemungkinan besar periferal tersebut mengalami kerusakan, maka bisa dicoba dengan periferal yang lainnya, sebelum membeli yang baru.

Pengetahuan tentang Battery/ Batere /Accu

Klasifikasi Battery
Primary Battery
Yaitu battery yang setelah satu kali dipakai tidak dapat dipakai lagi atau tidak dapat di “recharge”
Secondary Battery
Yaitu battery yang setelah dipakai dapat dipakai lagi atau dapat di “recharge”

Jenis-jenis Battery:
  1. Primary battery
         -Carbon-mangan diokside (tidak dapat direcharge)
  1. Secondary Battery
        - Nickel cadmium (polusi & karsinogenik, harga bahan baku sedang)
        - Nickel metalhydride (bahan baku mahal)
        - Lithium metalhydride (bahan baku sangat mahal, densitas energi rendah)
        - Zinc carbon (harga bahan baku sedang, teknologi masih mahal, masih tahap awal percobaan)
        - Lead Acid (bahan baku murah, teknologi matang, densitas energi memadai)

Lead Acid Battery (Berdasarkan karakteristik penggunaan)
  1. SLI
      - Starting, Lighting, Ignition.
  1. Motive Power
      - Untuk alat yang digerakan listrik, seperti mobil listrik, forklift, dll.
  1. Industrial
      - Untuk pengunaan di industri, seperti: PLN back up power, telekomunikasi.
  1. Deep Cycle
      - Untuk alat-alat dengan karakteristik khusus, seperti : lokomotif kereta api, photo voltaic system

Lead Acid Battery (Berdasarkan sifatnya)

No. Jenis Plate(+) Plate(-) Separator Penguapan Kehilangan stroom (self discharge)
1 Conventional Pbsb 3% Pbsb 3% Paper pulp glass mate



2 Low maintenance Pbsb 1.7% Pbsb 1.7% Microporous poly ethilene



3 Hybrid(Low maintenance) Pbsb 1.7% Pbsb 0.1% Microporous poly ethilene



4 Flooded maintenance Pbsb 0.1% Pbsb 0.1% Microporous poly ethylene



5 Sealed lead acid Pbsb 0.1% Pbsb 0.1% Absorptive glass mate




Model Indications
  1. Automotive Batteries
        - Conventional series
        - High performance series
        - JIS & JASO type
        - DIN type
- Low maintenance, very low mantenance & maintenance free
  1. Motorcycle Batteries

Principles and General Characteristics
  • Principles
Chemical rection
Pbo2 + Pb + 2H2SO4 charge PbSO4 + PbSO4 +2H2O

  • General Characteristics
  1. Gassing during charging
  2. Self discharge

Automotive Battery Function
  • Starting
  • Lighting
  • Ignition

Capacity & Voltage
  • Battery capacity
  1. Determining the discharge current
  2. Size of discharge current nad capacity
  3. Electrolyte temperature and capacity
  4. Discharge performance

  • Battery Voltage
  1. Voltage during discharge
  2. Voltage during charge

Specific Gravity (Sp Gr) of Electrolyte
  • Drops in SpGr of electrolyte during discharge
  • variations in Sp Gr of electrolyte during charge
  • Measuring the Sp Gr of electrolyte temperature
  • Freezing point of electrolyte

Recharging
  1. General precautions
  2. Charger operation
  3. Connectng and removing the battery from the charger
  4. Determining the charge current
  5. Temperature of electrolyte during charge max. 45ยบC
  6. Electrolyte level of battery
  7. Normal charge (low-rate charge)
  8. Quick charge (high-rate charge)

Servicing When Replacing A Battery
  1. Remove old battery
  2. Installing a new battery
  3. Electrical circuit check
      - Checking battery connections
      - Checking the charge system
      - Checking engine starting capacity
      - Checking electrical circuit

Servicing Retured Batteries
  1. Procedure
  2. Trouble Shooting

Maintenance
  1. General precaution in checking and servicing
  2. First aid for sulfuric acid

Daily Checks and Servicing for Vehicle-Mounted Batteries
  1. Wet charge batteries and dry charge batteries
  2. Checking electrolyte, adding water
  3. Checking capacity
  4. Checking appearance, cleaning
  5. Mounting

Rabu, 02 Maret 2011

Pelumas Padat / Gemuk / Grease

Pelumas secara fisiknya di kategorikan menjadi : 
1. Pelumas Cair 
2. Pelumas Padat

Pada bagian kesempatan ini penulis ingin share pengetahuan  mengenai pelumas padat/ Gemuk/ Grease.
Secara klasifikasi pemakai Pelumas padat ini di kategorikan lagi menjadi :
1. Pelumas padat untuk automotif
2. Pelumas padat untuk industri

Secara proses dalam pembuatan pelumas padat untuk industri dengan automotive tidak  banyak berbeda, yang membedakannya hanyalah additive yang di campurkan dalam pelumas padat tersebut.

Lembaga yang membuat spesifikasi teknik mengenai pelumas padat adalah NLGI  http://www.nlgi.com
National Lubricating Grease Institute – International technical trade association yang melayani industri pelumas gemuk dan pelumas roda gigi

Definisi

Gemuk / grease / pelumas padat adalah sebuah pelumas dengan kekentalan tinggi. Pada awalnya gemuk digunakan untuk menyebut turunan dari lemak hewan, tetapi kini gemuk secara umum digunakan untuk menyebut pelumas dengan viskositas  lebih tinggi dibanding minyak. Gemuk pada awalnya tersusun dari kalsium, adonan sabun sodium/ lithium dengan pengemulsi minyak mineral.
Gemuk adalah pelumas yang memiliki bentuk setengah padat atau padat. Umumnya gemuk dibuat dari bahan oli pelumas cair yang diberi tambahan pengental (thickening agent). Ada dua tipe utama dari bahan pengental (thickening agent) yang biasa dipergunakan, yaitu metalic soap dan non soap. Tipe metalic soap dipakai untuk mayoritas gemuk.

Kelebihan fungsi gemuk yang bersifat padat
Kelebihan gemuk adalah pelumasannya bersifat tahan lama tanpa perlu penambahan karena gemuk tidak dapat mengalir atau menyebar. Kemudian gemuk juga bersifat perapat sempurna untuk pencegah menempelnya benda-benda asing seperti kotoran, gas, dan air pada permukaan yang dilumasi. 
Alasan lainnya karena gemuk mempunyai daya tahan yang bagus terhadap beban tinggi.

Tujuan penggunaan gemuk adalah untuk memperpanjang umur pakai komponen yang dilumasi.
Gemuk adalah pelumas untuk setiap komponen mobil dan motor yang bergerak. seperti bantalan, engsel dan ball joint. Tujuan penggunaan gemuk adalah untuk memperpanjang umur pakai komponen yang digemuki. Karena banyaknya jenis gemuk yang beredar di pasaran, penggunaan gemuk harus disesuaikan dengan perangkat yang akan dilumasi. Apalagi setiap gemuk memiliki kemampuan kerja yang berbeda. Berikut ini
macam-macam gemuk sesuai kegunaannya :

1.. Gemuk dari bahan dasar sabun (lithium)

Lithium Soap Base Multi Purpose Grease (NLGI #2) memiliki spesifikasi tahan terhadap air dan panas. Penggunaannya pada komponen yang memiliki gerakan kontinyu, seperti mekanik kopling, steering linkage, propeller shaft, shackle pin, dan king pin.

a.. Gemuk jenis ini banyak dipergunakan pada bagian-bagian yang
memerlukan pelumasan periodik seperti bantalan roda, lengan
penghubung kemudi, poros propeler, king pin, sakel pin. Oleh karena
itu sering disebut gemuk serbaguna.

b.. Karakteristik nya : siraman air dan tekanan suhu tinggi
tidak akan mengurangi kemampuan kerja dan daya tahannya.

2.. Gemuk dari bahan dasar sabun molybdenum disulphidelithium

Molybdenum Disulfide Lithium Soap Base Grease (NLGI #2) merupakan gemuk berkemampuan tinggi dan mengandung tingkatan gemuk lithium soap base dengan bahan tambahan molybdenum disulfide. Gemuk ini biasanya disebut gemuk chassis spesial atau long life . Biasanya digunakan dalam area yang tahan tekanan tinggi, seperti clutch, ball joints, suspension arms, steering center arm, double Gardan Joints, constant velocity joints dan rack and pinion steering gear.

a.. Gemuk jenis ini biasanya dipakai pada komponen yang jarang diberi pelumasan seperti ball joint, lengan
      suspensi, lengan tengah kemudi, nakel kemudi, cross-joint, rack end dan rack pinion.

b.. Karakteristiknya : lebih tahan dan juga bisa bekerja pada  beban lebih besar daripada gemuk serbaguna.

3.. Gemuk karet

a.. Gemuk ini biasanya digunakan untuk komponen rem.

b.. Karakteristiknya : terbuat dari bahan nabati (karet) maka sifatnya mencegah komponen karet 
     mengambang.

4.. Gemuk sintetik (synthetic lithium complex / hidroxy lithium complex)

a.. Gemuk jenis ini harganya relatif lebih murah dari jenis yang lain.

b.. Karakteristiknya gemuk ini memiliki kelemahan yaitu kurang tahan terhadap suhu tinggi sehingga mudah
     memuai.

5.. Gemuk All Purpose Lubricant

a.. Gemuk jenis ini harganya relatif murah namun kualitasnya tidak kalah bagus maka sering dipakai di
     bengkel-bengkel.

b.. Karakteristiknya : gemuk ini lebih encer dari gemuk nabati atau sintetik.

Secara singkat pembuatan pelumas Pelumas padat  adalah sebagai berikut :
- Proses pembuatan sabun (Saponification)
- Penambahan base oil, additive dan komponen lain
- Penghalusan struktur/serat
- Pengeringan/penguapan air dan material lain

Rabu, 23 Februari 2011

Memang di ISO 9001:2008 terdapat  statement terkait prosedur-prosedur wajib ini. Biasanya, beberapa klausul yang dimaksud ini menggunakan kalimat ‘…prosedur terdokumentasi…’, yang secara otomatis berarti bahwa organisasi harus memiliki prosedur yang terdokumentasi. Lebih dari sekedar bahwa proses telah berjalan, proses tersebut WAJIB memiliki prosedur kerja yang memang terdokumentasi (baca: tertulis, dalam media seperti SOP dan juga media elektronik yang relevan).
Apa saja ke 6 proses yang harus dilengkapi dengan “prosedur wajib” tersebut?
  1. Proses pengendalian dokumen
  2. Proses pengendalian catatan mutu
  3. Proses audit mutu internal
  4. Proses pengendalian produk tidak sesuai
  5. Proses tindakan perbaikan
  6. Proses tindakan pencegahan
Apakah hanya 6 prosedur yang wajib dimiliki oleh sebuah organisasi? TENTU TIDAK. Di kalimat berikutnya dalam klausul 4.2.1, disebutkan juga bahwa prosedur yang diperlukan oleh organisasi untuk memastikan proses berjalan dengan baik, terutama proses penyediaan barang/jasa kepada pelanggan, harus juga terdokumentasi. Rancu? Seharusnya tidak, jika Anda sudah menyusun Business Process Map yang benar.

Selasa, 22 Februari 2011

S.A.E

SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers  adalah Lembaga standarisasi seperti ISO, DIN, JIS atau SNI, yang mengkhususkan diri di bidang otomotif . Kekentalan pelumas adalah hal yang paling menentukan saat memilih pelumas karena merupakan salah satu sifat karakteristik fisik pelumas yang sangat penting. Dalam istilah pelumas kekentalan ini biasa di kenal dengan "Viskositas "atau "Viscosity" dalam bahasa inggrisnya.
Angka di belakang huruf SAE inilah yang menunjukan tingkat kekentalannya (viskositas). Sebagai contoh ; SAE 50 menunjukkan pelumas tersebut mempunyai tingkat kekentalan 50 menurut standar SAE. Semakin tinggi angkanya, semakin kental pelumas tersebut.
Adapula kode angka yang menunjukkan multi grade 10W-50. kode ini menandakan bahwa pelumas tersebut mempunyai kekentalan yang dapat berubah-ubah sesuai dengan temperatur di sekitarnya. Huruf W di belakang angka 10 merupakan singkatan kata "Winter"(musin dingin) yang bisa juga berarti pelumas ini dapat di gunakan pada temperatur sampai dengan minus 10 derajat celcius (minus 11,12, dst. pelumas akan beku) pelumas tersebut masih bisa dalam bentuk liquid dan dapat di pompa serta di sirkulasikan didalam mesin untuk melumasi bagian mesin.
Pertanyaan :
Lalu  pelumas apa yang cocok untuk kendaraan kita
Jawaban :
Dalam buku petunjuk / buku servis kendaraan telah tertera jenis pelumas yang ber S.A.E yang cocok dengan kendaraan kita. Hafalkan dan pakai petunjuk tersebut !!!
Mengapa :
Karena pemakaian pelumas yang terlalu kental atau tidak sesuai dengan yang di rekomendasikan pabrik pembuat mesin akan membuat pemakaian B.B.M akan semakin boros, membuat kerja mesin menjadi agak berat (untuk memompa pelumas) dan yang paling penting adalah pelumas yang terlalu kental tidak dapat melumasi bagian/celah  mesin yang sempit seperti misalnya bantalan roller klep, pushrod dll. serta untuk mesin yang masih memakai sistim cipratan pelumas dalam mesin  pelumas tidak dapat di cipratkan ke bagian mesin dengan baik sehingga gesekan antar bagian mesin tidak terlumasi dengan baik dan mengakibatkan timbulnya panas yang berlebihan dan dapat mempercepat kerusakan mesin dan mengurangi umur ekonomis dan masa pakai mesin.
Sedangkan jika memakai pelumas yang terlalu encer adalah pelumas tersebut mempunyai sifat cepat meninggalkan bagian yang perlu dilumasi di bagian atas mesin sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada bagian top mesin. pelumas yang encer dapat menimbulkan suar mesin yang lebih keras dan menimbulkan getaran yang berlebih. memang mesin menjadi lebih enteng dan bertenaga, tetapi apalah beda tenaga sedikit di banding dengan akibat yang ditimbulkan dapat mempercepat kerusakan mesin dan mengurangi umur ekonomis dan masa pakai mesin.
Jadi :
Dari sekian  banyak spesifikasi pelumas yang harus di perhatikan dalam pemakaian pelumas adalah  : Pakai pelumas yang di anjurkan oleh pembuat mesin, pakailah sesuai takarannya (volumenya) jangan berlebih/berkurang dan beli pada gerai resmi/dealer/SPBU guna menghindari pelumas palsu.!!

Ini adalah spesifikasi untuk kekentalan yang di release oleh S.A.E

SAE VISCOSITY GRADES FOR ENGINE OILS
Low temperature viscosities High Temperature Viscosities

SAE

Viscosity 
Grades
Cranking 
(cP) max at
temp 0C
Pumping (cP) max   Kinematic (cSt) 100 0C

With no yield                   High shear (cP) at 150 0C and 106 S-1 min

Stress at temp 0C        Min                Max
0 W
3250 at –30
60.000 at –40
3.8
-
-
5 W
3500 at –25
60.000 at –35
3.8
-
-
10 W
3500 at –20
60.000 at –30
4.1
-
-
15 W
3500 at –15
60.000 at –25
5.6
-
-
20 W
4500 at –10
60.000 at –20
5.6
-
-
25 W
6000 at –5
60.000 at –15
9.3
-
-
20
-
-
5.6
'<  9.3
2.6
30
-
-
9.3
'<  12.5
2.9
40
-
-
12.5
'<  16.3
2.9 (0W-40, 5W-40,
10W-40 grades)


40

-
-
12.5
'<  16.3
3.7 (15W-40, 20W-40,
25W-40 grades)
50
-
-
16.3
'<  21.9
3.7
60
-
-
21.9
'<   26.1
3.7
The values are critical specification as defined by ASTM D-3244. ASTM D-5293, ASTM D-4684.
The presences of any yield stress detectable by this method constitutes a failure regardless of viscosity.
ASTM D 445. ASTM D 4683. ASTM D 4741, CEC-L-36-A-90.


PELUMAS RODA GIGI TRANSMISI DAN GARDAN
KENDARAAN BERMOTOR (TIDAK OTOMATIS)

SAE
Viscosity Grade
Maximum Temperature
for Viscosity of 150.000 cP
(0C)
 Viscosity at 100 0C cSt
Minimum                      Maximum
70 W
- 55
4.1
-
75 W
- 40
4.1
-
80 W
- 26
7.0
-
85 W
- 12
11.0
-
90 W
-
13.5
'< 24.0
140
-
24.0
'< 41.0
250
-
41.0
-



SAE NUMBER '& VISCOSITY INDEX REQUIREMENT

 

SAE NUMBER

MINIMUM VISCOSITY INDEX

5W-20
127
5W-30
180
5W-50
230
10W-30
145
10W-40
169
10W-50
190
20W-40
113
20W-50
123




Selasa, 15 Februari 2011

Pelumas Mesin Sepeda Motor 4 T

 
 
PELUMAS 4T UNTUK SEPEDA MOTOR

Seperti apa gambaran pelumas 4T untuk sepeda motor ?


Dipasaran pada saat ini banyak beredar pelumas mesin khusus sepeda motor dengan berbagai merk, unjuk kerja API dan kekentalan SAE. Pelumas mesin 4T untuk sepeda motor agak berbeda dengan pelumas mesin untuk kendaraan roda empat (mobil) meskipun mempunyai API sevice maupun kekentalan SAE yang sama. Hal ini diantaranya disebabkan konstruksi mesinnya lebih rumit agar dimensi mesin menjadi ringkas, kompak, ringan dan hemat ruang; Celah bantalan yang lebih kecil atau boleh dikatakan mendekati nol (Roller Bearing) terutama pada poros engkolnya (Crankshaft); Putaran mesin yang tinggi (diatas 10000 rpm) untuk menghasilkan tenaga maksimal dan lain lain. Seperti telah diketahui bahwa minyak pelumas mesin harus mempunyai sifat friksi yang serendah mungkin supaya dua bidang yang saling bergesekan tidak menimbulkan keausan. Namun sebagian besar mesin sepeda motor 4T yang beredar di Indonesia, misalnya tipe bebek (sepeda motor ATPM Jepang atau ATPM lainnya) atau sport , sistem koplingnya berada pada satu kompartemen dengan mesin dan kopling terendam atau terlumasi pelumas yang berfungsi melumasi komponen di dalam mesin sepeda motor (sistem kopling basah). Jika sifat friksi pelumas sepeda motor 4T terlalu rendah, dapat menyebabkan slip pada koplingnya. Oleh karena itu, khusus pelumas sepeda motor 4T terutama yang menganut sistem kopling basah, pelumasnya tidak boleh terlalu licin (memiliki sifat friksi) agar kopling tidak slip. Untuk pelumas sepeda motor 4T yang beredar di Indonesia spesifikasi mutu pelumas mengacu pada SNI 06-70691.2.2005 (saat ini belum diberlakukan wajib). Di dalam SNI 06-70691.2.2005 dijelaskan bahwa standard spesifikasi mutu (karakteristik fisika kimia dan unjuk kerja) untuk pelumas 4T sepeda motor selain sesuai dengan standard yang dipersyaratkan oleh API (American Petroleum Institute), juga harus sesuai dengan standard yang dikeluarkan JASO (Japan Automotive Standard Organization), yaitu JASO T 904-98.
 
 
Bolehkah Sepeda Motor Menggunakan Pelumas Mobil ?
 
Bolehkah Sepeda Motor Menggunakan Pelumas Mobil
SAAT menentukan jenis pelumas, umumnya para pemilik sepeda motor memilih yang terbaik untuk tunggangan kesayangannya. Tujuannya apalagi kalau bukan agar sepeda motor lebih awet dan lebih lancar putaran mesinnya sehingga performa pun terjaga dalam kondisi optimal.
Akan tetapi banyak diantara mereka yang awam soal teknis. Mereka mengambil kesimpulan sederhana: Pelumas yang bagus adalah pelumas yang mahal. Oleh karena itu mereka memilih pelumas untuk kendaraan roda empat yang paling bagus karena harganya yang lebih mahal itu tadi.
"Oli mobil dirancang untuk melumasi sedikitnya tiga silinder dan cc yang relatif lebih besar. Jadi jika digunakan untuk sepeda motor, pasti lebih bagus karena hanya menangani pelumasan yang lebih ringan dibanding mobil," demikian kira-kira anggapan orang awam.
Padahal, di antara kesamaan mesin mobil dengan mesin sepeda motor, terdapat perbedaan yang sangat signifikan terutama pada bagian penerus daya yang akrab disebut sebagai kopling.
Pada kendaraan roda empat, sebagian besar menganut model kopling kering, sementara pada sepeda motor sebagian besar menganut model basah alias terendam oleh cairan pelumas mesin, kecuali pada skutik yang umumnya menggunakan transmisi CVT dengan kopling kering model sentrifugal.
Semakin licin pelumas mobil, semakin baik ia memberikan manfaat, sementara pada sepeda motor (kecuali skutik) faktor kelicinan pelumas harus mempertimbangkan juga fungsi koplingnya.
Pelumas dengan tingkat kelicinan yang sangat tinggi akan membuat kopling sepeda motor selip yang efeknya justru membuat tenaga mesin tidak tersalur dengan sempurna. Oleh karena itulah produsen pelumas memproduksi oli dengan spek terpisah antara sepeda motor dan mobil.
Dalam kasus ini yang paling diuntungkan adalah para pemilik skutik, terutama yang sangat fanatik dan peduli dengan tunggangan kesayangannya itu. Karena skutik umumnya menganut model kopling kering, maka pemiliknya bisa dengan bebas memilih pelumas, bahkan menggunakan pelumas mobil yang terbaik dan termahal sekalipun.
Bagi para pemiliki sepeda motor dengan kopling basah, sebaiknya gunakan hanya pelumas khusus sepeda motor. Kalau pun ingin pelumas yang terbaik, tetap gunakan pelumas yang terbaik khusus sepeda motor, bukan pelumas terbaik untuk mobil.
Kecuali sepeda motor Anda memiliki spesifikasi seperti tunggangan pembalap MotoGP Valentino Rossi yang menganut kopling majemuk jenis kering, Anda bisa menggunakan pelumas mobil. Tapi dari semua uraian tadi, jangan lupa menyesuaikan spesifikasi pelumas dengan spesifikasi mesin yang dapat diketahui dengan melihat API-Service serta SAE-nya.

Apakah pelumas sepeda motor lebih jelek dari pelumas mobil ?

Anggapan yang meyakini kalau pelumas sepeda motor tidak sebagus oli mobil juga salah besar. Pasalnya, oli sepeda motor memiliki fungsi yang tidak sedikit dan tidak ringan. Meskipun umumnya hanya melayani satu silinder, karakter putaran mesin sepeda motor jauh lebih tinggi dibanding mobil.
Ia juga harus mampu menahan suhu yang berubah ekstrem karena umumnya sepeda motor menganut sistem pendinginan mesin yang hanya mengandalkan aliran udara, sementara mobil suhunya lebih stabil dengan adanya radiator dan komponen lain yang mampu mempertahankan suhu mesin selalu berada pada kondisi ideal.
Selain itu, pelumas pada sepeda motor juga memiliki tugas lain yaitu melumasi kopling dan gearbox. Pada mobil, pelumas hanya bertugas menangani komponen mesin saja, sementara gearbox dilumasi oleh pelumas yang terpisah.


Apa syarat lain yang harus di miliki oleh pelumas sepeda motor ?

· Memiliki kekentalan yang sangat stabil pada temperatur rendah dan tinggi. (Viscousity Index)
· Memiliki kekentalan SAE 10W-40 yang sesuai untuk sepeda motor generasi terbaru sehingga mudah
   untuk start pada kondisi mesin dingin. (pelumas multi grade; tidak beku pada suhu udara di atas minus 10  
   derajat C pada musim Winter (musim dingin) dan memiliki kekentalan yang di syaratkan pada temperatur    
   40  derajat C
· Memberikan proteksi yang lebih baik bagi mesin mesin yang beroperasi dengan akselerasi sangat tinggi, 
   terutama pada aplikasi sepeda motor racing.
· Tidak mudah teroksidasi dan terdegredasi oleh radiasi panas dari mesin.
· Menjaga kebersihan mesin, serta mencegah terbentuknya deposit pada piston
· Melindungi mesin dari korosi dan menjaga komponen mesin dari keausan.

Apa Standar Mutu Internasionalnya untuk hal tersebut di atas ?

 Standar mutu SAE
 Standar mutu  API
 Standar mutu  JASO MA2  (T 904-98).
 Standar mutu SNI 06-70691.2.2005

Gambaran Teknis mengenai spesifikasi tersebut di atas ?

Testing Method Test Result Typical  SAE 10W-40; JASO MA2
Viscosity Kinematic 40 derajat C di uji dengan cara ASTM D-445 = 65.38 cSt (centi Stoke  ,' satuannya)
Viscosity Kinematic 100 derajat C di uji dengan cara ASTM D-445 = 10.66 cSt
Viscosity Index di uji dengan cara ASTM D-2270153
Apparent Viscosity pada minus15 derajat C, di uji dengan cara ASTM D–5293 = 68.37 cPs (centi Poise)
Density pada 15°C, Kg/L di uji dengan cara ASTM D-1298 = 0.8779
Colour Visual ( Warna di lihat ) : Clear and Bright ( Jernih dan terang)
Flash Point (COC) = 92 derajat Celcius
Flash Point (OCD) = 222 derajat Celcius
Pour Point, (titik tuang ) di uji dengan cara ASTM D – 97 = -36 (minus 36 derajat C)
Total Base Number (TBN),  di uji dengan cara ASTM D -28969.59 mg KOH/g

Rabu, 09 Februari 2011

Prediksi hambatan yang mungkin akan timbul dalam penerapan ISO 9001 : 2008



Kerapkali  pertanyaan serupa menggantung dalam benak setiap pemilik perusahaan kecil ataupun menengah ketika akan beranjak pada tahap sertifikasi ISO, terutama ISO 9001:2008 yang menjadi prasyarat utama ketika bisnis mulai merambah pasar terbuka, karena rata-rata pasar menuntut implementasi system manajement mutu untuk semua supplier dan calon suppliernya. Tidak lain hal ini disebabkan tuntutan konsistensi level kualitas dan standar yang ditetapkan oleh para pelanggan atau OEM.
Wajar bila saat akan mengimplementasi sebuah sistem baru dalam ada kegamangan. Bisa kah? Apa mungkin kalau dilakukan sekarang? Perlu jasa konsultan dan berapa biayanya?  Dan masih banyak pertanyaan serupa yang mungkin muncul. Namun, lambat laun kegamangan tersebut sirna seiring dimulainya langkah-langkah implementasi serta proses sertifikasi dengan konsisten dan efektif.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses sertifikasi ISO 9001:2008. Secara umum adalah sebagai berikut :
  1. Gap Analysis. Hal ini dilakukan sesaat setelah ISO 9001:2008 dicanangkan untuk mulai diimplementasikan. Tujuan dilakukan gap analisis adalah untuk melihat sejauh mana kesesuaian system yang sedang dijalankan dengan standar terkait yang harus dipenuhi.
  2. Executive Briefing. Output dari Gap Analysis di atas dituangkan dalam sebuah laporan ringkas untuk menjadi masukan dalam rapat para eksekutif organisasi dari level pimpinan puncak sampai pimpinan unit atau sesuai dengan kebutuhan organisasi (yang tergabung dalam team leader proyek sertifikasi ISO 9001:2008). Tujuan dilakukannya executive briefing ini adalah untuk mewadahi komunikasi internal diskusi tentang sejauh mana kebutuhan akan pemenuhan standar yang harus dilakukan dan apa yang harus dipersiapkan untuk proses sertifikasi nanti.
  3. Training. Proses pembelajaran menjadi pilar utama untuk bisa melaksanakan system dengan benar dan efektif. Pemahaman setiap anggota dalam organisasi terutama team leader yang tergabung dalam proyek sertifikasi menjadi barometer suksesnya implementasi sistem dan proses sertifikasi. Beberapa materi dasar yang harus difahami adalah :
    1. Pengenalan ISO 9001:2008, Pengenalan umum tentang ISO 9001:2008 Quality Management System, yaitu penjelasan prinsip-prinsip dasar, sejarah perkembangan, dan standar ISO 9001:2008
    2. Teknik penyusunan dokumen, Penjelasan tentang jenis dan hirarki dokumen, teknik Penyusunan Business Proses, Quality Manual, Prosedur, Standar Kerja, dan Form (disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan besaran organisasi).
    3. Teknik implementasi ISO 9001:2008 secara efektif. Jika diperlukan, lakukan training beberapa Quality Tools dan PDCA concept untuk menunjang keberhasilan proses implementasi system ISO 9001:2008
  4. Penyusunan Dokumen. Proses penyusunan dokumen merupakan tindak lanjut hasil training yang sudah dilakukan sebelumnya. Hanya ada 6 dokumen yang wajib dipenuhi. Sungguhpun demikian, kebutuhan jumlah prosedur sesungguhnya tidak terbatas, disesuaikan dengan besaran organisasi dan kebutuhan lapangan, termasuk di dalamnya pemahaman member terhadap proses implementasi sistem. Semakin banyak yang memahami system ISO 9001:2008 dengan baik, semakin sedikit dokumen yang dibutuhkan, demikian juga sebaliknya. Jika banyak member yang belum faham secara pasti system ISO 9001:2008, maka penjelasan langkah kerja dan proses terdokumentasi lainnya perlu dibuat lebih detail untuk menghindari kesalahan interpretasi yang berdampak pada potensi tidak seragamnya pelaksanaan sistem di setiap departemen. Adapun dokumen yang harus disiapkan antara lain adalah :
    1. Level 1, Quality Manual. Manual mutu yang menjadi pijakan utama pelaksanaan system prosedur level dokumen dibawahnya.
    2. Level2, Prosedur. Memuat aturan umum pelaksanaan system berbasis pada Business Process yang terjadi dalam organisasi.
    3. Level 3, Standar Kerja / IK / WI. Memuat aturan rinci, langkah-langkah kerja, dan standar lapangan yang harus dipatuhi oleh pelaksana langsung (operator). Biasanya bersifat sangat rinci dan teknis, memuat gambar-gambar dan contoh teknik pelaksanaan kerja yang diminta oleh rantai proses.
    4. Level 4, Blank Form (bisa juga mengkatagorikan sebagai level 3). Formulir kosong yang disiapkan untuk mencatat data-data hasil pemantauan proses, seperti check sheet, monitoring list, dan semacamnya. Dikategorikan sebagai dokumen level 4 untuk membedakan secara tegas bahwa blank form termasuk dalam kategori dokumen, sedangkan form yang sudah terisi data-data hasil pemantauan proses termasuk ke dalam kategori catatan mutu. Walau ada perbedaan pendapat tentang level dokumen untuk blank form, hal ini tidaklah krusial selama fungsi dan interpretasinya tidak menyimpang atau rancu.
  5. Implementasi. Proses implementasi menjadi core process dalam ISO 9001:2008 Quality Management System. Oleh sebab itu perlu pengawalan yang serius dari seluruh elemen dalam organisasi, mulai dari Top Management sebagai pemegang kendali organisasi hingga lapisan terbawah organisasi yang bersinggungan langsung dengan proses realisasi produk.
  6. Training Internal Audit, Pembekalan yang ditujukan kepada team inti proyek sertifikasi ISO 9001:2008 yang dipersiapkan untuk menjadi internal auditor system manajemen mutu.
  7. Pelaksanaan Internal Audit. Sesuai prinsip PDCA, proses internal audit menjadi sangat penting posisinya untuk memastikan keberlangsungan system ISO 9001:2008 dilaksanakan secara konsisten dan effective oleh setiap lini organisasi.
  8. Rapat Tinjauan Manajemen. Salah satu aktifitas yang dipersyaratkan dalam ISO 9001:2008 adalah pengawasan langsung oleh Top management melalui aktifitas Rapat Tinjauan Management. Dalam rapat ini dilakukan evaluasi berbagai hal yang berhubungan dengan proses efektifitas implementasi sistem dan rekomendasi proyek perbaikan yang harus dilakukan, seperti tertuang dalam pasal 5.6.2 dan 5.6.3
  9. Pemilihan & Penetapan Badan Sertifikasi. Badan sertifikasi adalah lembaga yang dinyatakan sah secara international untuk mengaudit implementasi sistem ISO 9001:2008. Lembaga ini juga telah diakreditasi oleh badan akretidasi sistem yang diakui oleh lembaga ISO secara international. Pemilihan badan sertifikasi menjadi otoritas penuh organisasi perusahaan yang bersangkutan. Di Indonesia, ada banyak badan sertifikasi ISO 9001:2008 seperti SGS, Lloyd Register, BVQI, TUV, dan yang lainnya.
10.  Audit Badan Sertifikasi. Inilah proses yang ditunggu-tunggu, audit oleh badan sertifikasi yang akan menentukan layak atau tidaknya pelaksanaan system ISO 9001:2008 di organisasi kita dibandingkan dengan standar yang harus dipenuhi menurut ISO 9001:2008. Ada beberapa langkah audit yang dilakukan oleh badan sertifikasi, diantaranya adalah :
  1. Pre-Audit. Proses permulaan yang merupakan pilihan bagi organisasi. Langkah ini boleh ada atau bisa juga tidak dilakukan karena sesungguhnya bukan merupakan proses formal dari sistem audit yang harus dilalui. Tujuannya adalah untuk melihat lebih awal proses implementasi sistem dalam perusahaan . Output dari audit ini menjadi masukan untuk perbaikan sistem sebelum audit sertifikasi secara formal. Pendek kata proses pre-audit bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengukur kekuatannya untuk maju menuju proses sertifikasi audit.
  2. Document Audit. Proses ini disebut juga sebagai stage-1 audit, merupakan aktifitas audit formal oleh badan sertifikasi dengan konsentrasi mengkonfirmasi kesesuaian antara dokumen yang kita buat dengan standar yang dipersyaratkan oleh sistem.
  3. Final Audit. Proses inti dari audit sertifikasi, bertujuan mengkonfirmasi pelaksanaan system ISO 9001:2008 baik aplikasi lapangan secara langsung, sistem pendataan dalam pemantauan proses, analisa kesesuaian proses, proses improvement yang dilakukan dibandingkan dengan persyaratan yang ditetapkan dalam standard ISO 9001:2008
Akhir dari proses Final Audit adalah berupa rekomendasi auditor apakah organisasi layak mendapat sertifikasi ISO 9001:2008 atau tidak layak. Selanjutnya adalah proses internal Badan sertifikasi untuk mengeluarkan sertifikat ISO 9001:2008.
Jika rangkaian proses sertifikasi telah selesai maka layaklah organisasi menyematkan logo badan certifikasi dan nomor sertifikat pada dokumen resmi organisasi perusahaan.
Peran Konsultan
Konsultan adalah lembaga independen yang tidak terkait dengan badan sertifikasi manapun, berfungsi membantu organsasi dalam rangkaian proses di atas. Peran utama konsultan hampir mirip seperti peran dosen pembimbing skripsi yang melayani konsultasi mahasiswanya hingga lulus dalam tahapan penyusunan skripsi yang menjadi syarat kelulusan seorang sarjana.
Pertimbangan perlu atau tidaknya organisasi meminta jasa konsultan didasarkan pada seberapa faham elemen organisasi terhadap tahapan-tahapan penerapan sistem ISO 9001:2008 dan tingkat kesiapan organisasi secara umum dalam implementasi sistem. Pengukuran kesiapan  organisasi bisa dilihat dari 8 prinsip management ISO 9001:2008 seperti yang pernah kita diskusikan sebelumnya, mulai dari seberapa fokus semua elemen dalam organisasi terhadap kebutuhan pelanggan, seberapa komitmen pihak top manajemen dalam keinginannya melaksakan sistem, seberapa terlibat orang-orang yang ada dalam organisasi atas pelaksanaan ISO 9001:2008 termasuk di dalamnya pemahaman mereka terhadap system, dan pertanyaan senada yang mampu menggambarkan kesiapan organisasi dalam melaksanakan system ISO 9001:2008.
Hal yang kerap kali menjadi masalah kritis dalam implementasi sistem adalah :
  1. Lemahnya komitmen top manajemen. Dalam konteks ini, kerap kali top manajemen tidak terlalu peduli atas kemajuan perkembangan proyek implementasi system.
  2. Lemahnya tim  leader proyek sertifikasi ISO 9001:2008, baik secara pemahaman teori ISO maupun penguasaan lapangan (penguasaan keseluruhan proses dalam organisasi)
  3. Kurangnya kepedulian semua elemen organisasi. Hal ini akan menyulitkan pada tahap implementasi lapangan. Bayangan bahwa ISO adalah milik team leader atau hanya urusan orang-orang tertentu yang terlibat dalam tim inti haruslah dikikis habis, sebab tanpa keterlibatan semua orang dalam melaksanakan sistem, maka mustahil ISO 9001:2008 bisa berjalan sukses seperti yang diharapkan.
Demikianlah pengantar diskusi yang penulis sampaikan dalam catatan ringan ini, semoga membawa manfaat dan mejadi penyemangat anda yang akan melenggang menuju proses sertifikasi dan menjadi semangat baru bagi anda yang telah dan sedang implementasi sistem ISO 9001:2008